Ketahui Cara Ampuh Mencegah Obesitas Anak Sejak Dini

“Mempunyai anak yang gemuk memang bisa menjadi kebanggaan tersendiri. Namun jangan sampai si Kecil gemuk karena obesitas. Sebagai orang tua, Mommy wajib tahu bagaimana cara mencegah obesitas anak sejak dini.”

Mempunyai anak yang gemuk memang menggemaskan, tapi apakah anak gemuk itu sehat? Sebagai orang tua, Mommy harus tahu cara mencegah obesitas anak. Tidak hanya itu, Mommy juga harus mengenali tanda-tanda obesitas anak.

Berdasarkan data BPS, 8% anak usia 0-59 bulan mengalami obesitas. Hal ini harus menjadi aware bagi para orang tua untuk lebih memperhatikan berat badan anaknya.

Oleh karenanya, Mommy sebagai orang tahu harus tahu beberapa informasi tentang:

  • Pengertian obesitas anak
  • Tanda-tanda obesitas anak
  • Penyebab obesitas pada anak
  • Tips mencegah obesitas anak

Semua informasi ini akan disampaikan secara lengkap di sini.

Pengertian Obesitas pada Anak

Menurut WHO (World Health Organization), obesitas adalah penumpukan lemak yang berlebihan dan tidak normal sehingga menimbulkan risiko pada kesehatan. Sejak tahun 2017, obesitas sudah menjadi epidemi yang menyebabkan lebih dari 4 juta orang meninggal setiap tahunnya.

Tidak hanya orang dewasa saja yang bisa mengalami obesitas, sekarang ini banyak anak-anak juga mengalami obesitas. Namun, sayangnya banyak orang tua yang tidak sadar jika anaknya mengalami kegemukan. Pasalnya, banyak orang tua yang menganggap jika anak yang gemuk itu adalah anak yang sehat.

Padahal tidak semua anak gemuk bisa dikatakan sehat. Namun, tidak juga semua anak gemuk mengalami obesitas. Lalu, apa saja tanda-tanda obesitas anak?

Tanda-Tanda Obesitas Anak

Ada beberapa tanda dan gejala obesitas anak yang harus diwaspadai, yaitu:

  1. Wajah anak bulat, pipi tembam, dan bahunya menjadi rangkap.
  2. Leher anak relatif pendek
  3. Perut anak membuncit
  4. Kedua pangkal paha anak bagian dalam saling bergesekan dan menempel
  5. Khusus untuk anak laki-laki, dada membusung dengan payudara membesar dan penis mengecil karena tertutup lemak.

Apakah si Kecil menunjukkan tanda-tanda seperti di atas? Mommy juga harus segera waspada dan mulai mengontrol berat badannya. Walaupun terlihat menggemaskan, obesitas anak bisa memicu banyak masalah kesehatan.

Selain tanda dan gejala yang sudah disebutkan di atas, Mommy juga bisa mengukur apakah berat badan si Kecil sudah ideal atau obesitas dari kurva berat badan anak. Kurva ini bisa ditemukan di buku KIA yang berwarna pink khusus untuk anak.

Mommy bisa menarik titik antara berat badan dan tinggi badannya. Jika berada di garis hitam maka si Kecil mengalami obesitas. Idealnya pertemuan titik ini ada di garis hijau.

Penyebab Obesitas Anak

Lalu, apa saja yang bisa menyebabkan obesitas anak? Berikut ini daftar penyebabnya:

1. Pola Makan yang Berantakan

Menurut IDAI atau Ikatan Dokter Anak Indonesia, penyebab obesitas pada anak yang paling utama adalah pola makannya. Pola makan yang tidak teratur dengan porsi yang banyak bisa membuat berat badan anak terus naik. Makanan manis penyumbang berat badan terbesar.

2. Kurang Aktivitas Fisik

Selain pola makan, aktivitas fisik juga menjadi salah satu faktor anak mengalami obesitas. Kurangnya aktivitas fisik membuat lemak dan energi anak tersimpan dalam tubuh. Hal ini bisa menyebabkan anak menjadi kelebihan berat badan atau obesitas.

3. Faktor Genetik dan Hormon

Faktor genetik dan hormon dalam tubuh memang bisa menyebabkan anak mengalami obesitas. Namun, tidak semua anak dengan gen gemuk bisa mengalami obesitas.

Tips Mencegah Obesitas Anak

Apakah obesitas anak bisa dicegah? Tentu saja bisa, pencegahan obesitas pada anak bisa dilakukan dengan berbagai cara, di antaranya yaitu: 

1. Buat Jadwal untuk Olahraga

Olahraga merupakan salah satu cara efektif untuk mencegah obesitas pada anak. Menurut WHO, setidaknya anak-anak harus melakukan olahraga 1 jam per harinya. Olahraga untuk anak tidak perlu yang berat, ajak anak untuk olahraga sambil bermain.

2. Istirahat yang Cukup

Kurang istirahat juga bisa menyebabkan obesitas anak, sebaiknya berikan waktu yang cukup untuk istirahat. Waktu ideal untuk anak balita tidur adalah 10-13 jam per harinya.

3. Biasakan untuk Sarapan

Sarapan merupakan salah satu cara terbaik dan paling efektif untuk mencegah obesitas pada anak. Riset yang hasilnya diterbitkan di Jurnal National Library of Medicine, menunjukkan jika anak yang tidak sarapan cenderung akan memilih makanan yang tidak sehat sepanjang hari.

Makanan yang tidak sehat inilah yang dapat memicu obesitas anak. Oleh karenanya, Mommy sebagai orang tua harus menyediakan sarapan untuk anak. Makanan terbaik untuk sarapan salah satunya adalah sereal.

Mommy bisa pilih Ivenet Grain Puff Pong yang merupakan sereal sehat dengan kandungan nutrisi tinggi. Sereal ini cocok untuk dikonsumsi anak mulai dari 2 tahun ke atas.

Produknya terpercaya karena bersertifikasi BPOM dan HACCP. Dalam pengolahannya tidak dengan penggorengan, melainkan di puff, sehingga lebih aman dan lebih sehat. 

Kandungan didalamnya kaya akan vitamin A, B, C, E dan mineral, meliputi zinc, zat besi, kalsium, mangan, fosfor, dan magnesium, yang tentunya sudah sesuai dengan kebutuhan bayi. Selain itu, produk ini tanpa pengawet makanan, MSG, pemanis, perasa dan pewarna. Jadi, Mommy bisa lebih tenang saat si Kecil mengkonsumsi sereal ini.

Sekarang Mommy sudah tahukan bagaimana cara mencegah obesitas anak? Yang terpenting atur pola makan anak dan selalu berikan aktivitas fisik yang menyenangkan. Penting juga untuk membiasakan sarapan dengan sereal terbaik seperti Ivenet Grain Puff Pong, ya.

Share this article
Leave a Reply

Premium Products for Baby & Maternity in Indonesia

Layanan Pengaduan Konsumen
Direktorat Jendral Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementrian Perdagangan RI
Nomor Whatsapp Ditjen PKTN 0853-1111-1010

Copyright ©2024 | Baby Empire

Shopping cart

0
image/svg+xml

No products in the cart.

Continue Shopping
Woostify retina logo