Begini Cara Ampuh Mengatasi Mood Swing Si Kecil!

Tak hanya wanita yang datang bulan saja yang bisa mengalami mood swing, tapi anak juga bisa megalaminya. Bahkan, mood swing pada anak bisa lebih meresahkan karena anak umumnya belum mampu meregulasi emosi dengan baik. Nah, bagaimana cara mengatasi mood swing pada anak?

Mood swing adalah perubahan gejolak hati secara mendadak. Pernahkah Mommy melihat si Kecil yang tiba-tiba kesal, padahal beberapa menit lalu masih tertawa-tawa? Nah, seperti itulah contoh kondisi mood swing.

Permasalahan mood pada anak adalah fenomena yang umum terjadi. Meski begitu, hal ini juga perlu diwaspadai, mengingat mood swing adalah salah satu ciri gangguan bipolar yang bisa muncul sejak kecil. 

Apa Tanda-tanda Mood Swing pada Anak?

Seperti apa ciri atau tanda-tanda anak yang sedang mengalami mood swing? Coba perhatikan apakah si Kecil di rumah mengalami gejala berikut;

  • Si Kecil terlihat mengalami perubahan emosi secara tiba-tiba. Misalnya, tiba-tiba sedih, kesal, atau marah, dan situasi ini muncul berulang kali.
  • Terlihat adanya kendala komunikasi antara si Kecil dan keluarga.
  • Anak bicara dengan sangat cepat, atau terlihat terlalu berenergi saat bercerita.
  • Berkurangnya antusiasme saat melakukan hobinya.
  • Perubahan rutinitas, misalnya perubahan jam tidur, berat badan, atau pola makan.
  • Berkali-kali mengalami keluhan fisik, misalnya sakit kepala atau pusing.
  • Si Kecil terlihat lemas dan tak bersemangat.
  • Nilai menurun.
  • Si Kecil sulit bersosialisasi dan terlihat tak percaya diri.

Pada umumnya, gejala tersebut bisa Mommy tangani sendiri di rumah. Namun, sebaiknya segera bawa anak ke dokter atau psikolog anak jika muncul gejala berikut;

  • Si Kecilmembangkang dan melakukan hal-hal yang membahayakan dirinya.
  • Kabur dari rumah.
  • Menunjukkan gejala depresi yang sangat intens.
  • Memiliki pikiran untuk bunuh diri atau melukai dirinya.

Kenapa Anak Mood Swing?

Apa yang menyebabkan anak mengalami mood swing? Beberapa hal dibawah ini dapatmenjadi faktor penyebabnya, yaitu;

  • Perubahan hormon. Di usia pubertas, tubuh anak akan mengalami banyak penyesuaian, salah satunya adalah penyesuaian bagian otak yang tugasnya meregulasi emosi. Maka dari itu, mood swing kerap kali tak terhindarkan.
  • Adanya tekanan sosial. Misalnya, pertengkaran dengan teman, kompetisi antar teman sebaya, dan lain sebagainya.
  • Konflik dengan keluarga. Kerap kali, anak yang berkonflik dengan keluarga tak bisa menyuarakan keluhannya dengan tepat, sehingga menyebabkan perubahan mood yang kerap terjadi sebagai bentuk ketidakpuasan anak.
  • Kegiatan terlalu padat, lelah, atau kurang tidur. Rasa lelah bisa memicu munculnya perubahan mood secara cepat karena otak 'kekurangan tenaga' untuk meregulasi emosi dengan baik.
  • Adanya gangguan mental. Misalnya saja gangguan bipolar, gangguan kecemasan, hingga depresi. Dalam situasi ini, Mommy harus konsultasi ke rumah sakit untuk mendapat diagnosa.

Cara Mencegah dan Cara mengatasi Mood Swing Pada Anak

Bagaimana agar anak tidak mengalami mood swing? Coba praktikkan langkah-langkah ini;

1. Mendengarkan Keluhan Anak

Langkah utama yang harus Mommy coba adalah membangun komunikasi yang baik dengan anak. Mommy bisa mulai dengan mendengarkan ceritanya dengan sabar, empati, dan tanpa sikap menghakimi.

Dengan cara ini, besar kemungkinan Mommy akan menemukan pemicu mood swing, sehingga situasi tersebut bisa diminimalisir.

2. Pandu Anak untuk Mengenal Emosi

Terkadang, ada saja anak yang mengalami mood swing karena tidak tahu pasti emosi apa yang sedang dirasakan. Untuk mengatasinya, Mommy bisa ajak si Kecil untuk mengenali emosinya sendiri.

Beri anak waktu untuk mengekspresikan perasaannya dan pandu anak untuk mencari solusinya sendiri, sambil sesekali Mommy beri 'petunjuk'.

3. Buat Jadwal Harian yang Jelas

Adanya jadwal harian yang jelas dapat membuat si Kecil merasa memiliki kontrol terhadap kegiatannya. Hal ini bisa mengurangi gejolak emosi yang tiba-tiba.

Tak hanya memperjelas jadwal, Mommy juga perlu membuat aturan yang jelas terkait kegiatan rutin si Kecil, dan taat terhadap peraturan tersebut.

4. Ajak Anak Beraktivitas Fisik

Melakukan kegiatan fisik rutin berpotensi mengurangi rasa cemas dan depresi pada anak. Misalnya saja, melakukan olahraga di luar ruang atau melakukan yoga di rumah.

Saat beraktivitas fisik, otak akan mengeluarkan hormon endorfin yang memberikan rasa bahagia, sehingga mood si Kecil akan jadi lebih baik.

5. Beri Makanan Enak

Tak hanya aktivitas fisik saja, loh, yang bisa memicu otak mengeluarkan hormon kebahagiaan. Memberi anak makanan tertentu juga bisa meningkatkan mood positif, misalnya memberi cokelat. Memberikan cokelat juga jangan sembarangan ya Moms, sesuaikan dengan usia si Kecil. Dan yang paling penting, pilihlah makanan olahan cokelat yang aman dan sehat seperti Ivenet Choco Corn.

Berdasarkan penelitian, cokelat memiliki pengaruh positif terhadap mood. Tak hanya itu, kandungan flavonoid dan methylxanthine di dalam cokelat juga berpotensi meningkatkan kemampuan kognitif anak.

Apalagi, Ivenet Choco Corn terbuat dari bahan-bahan alami tanpa MSG, perisa, pemanis, pewarna, apalagi pengawet buatan. Dengan kata lain, selain rasanya enak, cokelat Choco Corn pun punya kandungan nutrisi yang terjamin sehingga aman dikonsumsi si Kecil. Selain itu Choco Corn juga sudah tersertifikasi BPOM dan HACCP lho Moms.

Nah, mengatasi mood swing pada anak ternyata tidak sulit kan, Moms? Terapkan tips-tips di atas dan rasakan perubahan yang besar dalam hidup si Kecil.

Share this article
Leave a Reply

Premium Products for Baby & Maternity in Indonesia

Layanan Pengaduan Konsumen
Direktorat Jendral Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementrian Perdagangan RI
Nomor Whatsapp Ditjen PKTNĀ 0853-1111-1010

Copyright ©2023 | Baby Empire

Shopping cart

0
image/svg+xml

No products in the cart.

Continue Shopping
Woostify retina logo