Keju Sebagai MPASI, Baik atau Berbahaya?

Keju merupakan salah satu produk olahan susu yang kaya akan kalsium, protein, dan vitamin. Dalam 100 gram keju terkandung 326 kalori, 20,3 gram lemak, 22,8 gram protein, 777 mg kalsium, 228 mg fosfor, 3,1 mg zinc, 82,7 mg kalium dan 227 mcg vitamin A. Hal ini menjadikan keju sebagai salah satu makanan yang sangat baik untuk mendukung tumbuh kembang bayi dan anak-anak.

Kandungan keju tersebut dihasilkan dari susu yang difermentasi dengan bakteri asam laktat, yakni Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophillus. Kedua jenis bakteri ini mengubah laktosa pada susu menjadi asam laktat yang berperan dalam menentukan kualitas rasa dan tekstur pada keju.

Sebelum difermentasi, kebanyakan susu dipasteurisasi atau dipanaskan dengan suhu 70˚C untuk membunuh bakteri patogen pada susu yang dapat menimbulkan penyakit. Selain dipasteurisasi, keju yang bagus untuk makanan pendamping ASI (MPASI) juga harus rendah natrium (kurang dari 10 mg) serta terbuat dari susu sapi murni. Anda dapat memilih keju yang tidak asin untuk dikonsumsi bayi.

Keju aman untuk diberikan sebagai MPASI pada bayi sejak usia 6 bulan. Namun, ada juga yang berpendapat lebih baik menunggu usia bayi 8-10 bulan untuk bisa mengonsumsi keju.

Beberapa jenis keju yang aman untuk bayi antara lain keju cheddar, keju cottage, keju mozarella dan krim keju. Sementara itu keju yang harus dihindari untuk bayi antara lain keju lunak seperti camembert, blue cheese, dan keju brie.

Manfaat Keju untuk Bayi

Seberapa penting keju untuk si Kecil?

Keju sangat cocok digunakan sebagai pelengkap MPASI anak guna mendukung tumbuh kembangnya. Hal ini karena keju memiliki segudang manfaat seperti:

  • Meningkatkan kecerdasan anak

Kandungan vitamin B12 dan asam aminonya dibutuhkan tubuh untuk membangun protein dan lemak sehat yang berguna untuk membangun jaringan otak menjadi lebih terintegrasi dan kompleks.

  • Meningkatkan sistem imunitas

Vitamin A, zinc, dan protein pada keju dapat mengoptimalkan pembentukan sel darah putih, antibodi, dan enzim yang berguna dalam melawan infeksi kuman penyebab penyakit.

  • Menjaga kesehatan tulang & gigi

Tingginya kandungan protein dan kalsium pada keju dapat memperkuat tulang dan gigi si Kecil. Keju secara efektif melindungi si Kecil dari risiko gigi berlubang dan mencegahnya terkena osteoporosis dalam jangka panjang.

Mitos Tentang Keju

Selain fakta terkait segudang manfaat yang keju miliki, ternyata beredar juga mitos tentang keju. Hal ini sering membuat Anda khawatir untuk memberikan keju pada anak. Misalnya seperti berbagai mitos berikut ini:

  • Anak yang alergi susu (intoleransi laktosa) tidak boleh mengonsumsi keju

Faktanya, tidak semua keju mengandung laktosa, seperti keju cheddar yang aman dikonsumsi anak yang memiliki intoleransi laktosa atau alergi susu.

  • Keju dapat menyebabkan anak bermimpi buruk saat tidur 

Faktanya, asam amino yang terkandung dalam keju justru dapat mengurangi stres dan menimbulkan rasa kantuk dan membuat anak tidur lebih nyenyak.

  • Sama seperti coklat, keju dianggap merusak gigi

Faktanya, mengonsumsi keju dapat melindungi enamel gigi dari proses pembusukan gigi, terutama untuk anak yang sering mengonsumsi berbagai makanan manis. 

Cara menyajikan keju untuk MPASI

Pemberian keju untuk pelengkap MPASI anak bisa Anda berikan beberapa kali dalam sehari. Keju dapat disajikan sebagai campuran makanan utama si Kecil, bisa diparut atau dipotong kecil-kecil. Bahkan, jika si Kecil sudah berusia satu tahun, Anda bisa berikan keju dalam bentuk snack. Banyak orangtua yang memberikan keju dalam bentuk snack kepada anaknya. Hal ini dinilai lebih praktis dan disukai anak, tanpa mengurangi kandungan nutrisi yang berasal dari keju asli.

Anda dapat memilih snack keju yang tidak hanya lezat dan disukai si Kecil, namun juga bebas bahan pengawet, perasa buatan, dan bahan sintetis berbahaya lainnya, seperti Ivenet Finger Cheese, yang terbuat dari campuran keju berkualitas dan yogurt alami buatan Korea.

Snack ini mengandung lemak baik yang membantu penyerapan vitamin A, D, E dan K dalam tubuh, sehingga dapat menjaga kesehatan mata, memperkuat tulang, hingga mencegah timbulnya kanker. Tidak hanya itu, Finger Cheese juga mengandung 2 miliar bakteri probiotik yang baik untuk sistem pencernaan si Kecil.

Camilan ini diproses menggunakan metode freeze drying (didinginkan dalam suhu -40?C) dan tidak mengandung bahan sintetis berbahaya. Hal ini membuat kualitas nutrisi Finger Cheese tetap terjaga dengan baik, dan terjamin aman serta sehat saat dikonsumsi si Kecil.

Finger Cheese memiliki tekstur yang lembut, seperti keju alami, dengan rasa yang ringan dan lumer di mulut. Cocok dikonsumsi si Kecil yang berusia 7 bulan ke atas. Snack ini memiliki dua varian rasa, yaitu Original dan Blueberry, sehingga si Kecil bebas memilih varian favoritnya.

Sebagai seorang ibu, Anda tentunya ingin memberikan nutrisi yang terbaik untuk si Kecil. Camilan keju pelengkap MPASI bisa dijadikan salah satu opsi terbaik guna memperoleh manfaat dan memenuhi nutrisi hariannya. Namun, jika setelah pemberian keju mengakibatkan timbulnya gejala intoleransi laktosa pada si Kecil, seperti: mual, muntah, perut kembung, gatal-gatal, diare, dan tenggorokan bengkak. Anda bisa segera berkonsultasi kepada dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Sumber: SehatQ

Share this article
Leave a Reply

Shopping cart

0
image/svg+xml

No products in the cart.

Continue Shopping
Woostify retina logo