Ibu Hamil Wajib Tahu! Ini Perbedaan Melahirkan Normal dan Sesar

Bagi Moms yang sedang menanti persalinan sang buah hati, mungkin Moms sedang bingung memilih untuk melahirkan normal atau sesar. Manakah proses melahirkan yang lebih baik? Menurut Dr Caroline SpOG(K) dari rumah sakit EMC Pulomas, tidak ada yang lebih superior dari kedua pilihan persalinan ini. Keduanya, memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Berikut ulasan lengkap tentang perbedaan operasi normal dan sesar.

Persalinan Normal

Persalinan normal dilakukan secara pervaginam, yaitu bayi keluar melalui jalan lahir dari vagina sang ibu. Sebelum persalinan, ibu akan mengalami kontraksi yang diiringi dengan terbukanya mulut rahim. Kontraksi inilah yang akan memudahkan bayi terdorong keluar saat proses persalinan. Dokter biasanya memiliki pertimbangan dalam menentukan persalinan normal, mulai dari kesehatan ibu dan bayi, posisi bayi, hingga ukuran panggul ibu.

Kelebihan

  • Ibu dapat langsung menggendong dan menyusui bayi setelah melahirkan, sehingga memaksimalkan bonding antara ibu dan bayi.
  • Resiko masalah pernapasan yang dialami bayi lebih kecil daripada proses persalinan sesar. Pergerakan pada otot-otot bayi yang terjadi karena persalinan normal membantu mengeluarkan cairan dari paru-paru bayi.

Kekurangan

  • Rasa nyeri yang dirasakan oleh ibu. Umumnya, ibu akan merasakan seperti kram menstruasi yang sangat kuat.
  • Adanya kemungkinan vagina digunting (robek) sehingga perineuym perlu dijahit.
  • Apabila bayi berukuran besar, ada resiko mengalami turun peranakan.

Pemulihan

Umumnya, Moms sudah bisa mulai beraktivitas dalam waktu 1 hingga 4 minggu setelah melahirkan. Tidak terlalu lama dalam proses pemulihan untuk persalinan normal ini.

Persalinan Sesar

Persalinan dengan operasi sesar dilakukan dengan cara membuat sayatan tepat di bagian bawah perut. Setelah itu, dokter akan mengeluarkan bayi, memotong tali pusar, mengeluarkan plasenta, serta menutup sayatan. Hal-hal yang menjadi pertimbangan dokter untuk operasi sesar adalah kehamilan kembar atau jika terjadi keadaan darurat, seperti solusio plasenta (plasenta terlepas dari dinding rahim), bayi terlilit tali pusar ataupun pendarahan hebat.

Kelebihan

  • Minimnya rasa nyeri. Sebelum operasi, ibu menerima bius epidural, sehingga tidak merasakan sakit saat perut dibedah.
  • Resiko infeksi yang menular dari ibu ke bayi lebih kecil daripada proses persalinan normal.

Kekurangan

  • Biaya lebih mahal dibandingkan persalinan normal.
  • Adanya resiko akibat pembedahan, seperti jaringan parut, infeksi, pendarahan atau nyeri setelah operasi.
  • Pada operasi sesar kedua, ibu dapat mengalami perobekan pada dinding rahim yang menyebabkan pendarahan.
  • Waktu pemulihan yang lebih lama

Pemulihan

Masa pemulihan setelah operasi sesar adalah sekitar 6 hingga 8 minggu atau sampai rahim sudah benar-benar sembuh. Luka sayatan setelah sesar perlu dijaga dengan baik karena jahitannya rentan terbuka dan mudah terinfeksi oleh bakteri. Bekas jahitan dapat robek dan terjadi pendarahan apabila Moms tidak menjaganya dengan baik. Salah satu cara yang dapat dilakukan mommy adalah menggunakan celana dalam khusus yang melindungi area jahitan operasi sesar dari bakteri, bau, dan tekanan yang bisa membuka jahitan operasi sesar. Celana dalam khusus yang memiliki kemampuan itu adalah Belly Bandit C-Section Brief.

Dilengkapi dengan material serat perak yang anti lembab, Belly Bandit C-Section Brief memberikan sirkulasi udara yang baik pada area jahitan operasi sesar sehingga bakteri dan bau dapat hilang. Selain itu, Belly Bandit C-Section Brief melindungi tekanan yang dapat membuka jahitan operasi sesar dan nyaman digunakan. Selain itu, ada Belly Bandit C-Section Short yang dapat melindungi bagian perut dan paha sehingga dapat dipakai untuk kegiatan sehari-hari.

Persiapan Melahirkan Normal & Sesar

Setelah mommy memiliki pengetahuan dan pemahaman mengenai perbedaan antara persalinan normal & sesar, mommy juga perlu menyiapkan beberapa hal :

  1. Pastikan mommy memiliki pendamping persalinan dan fasilitas kesehatan yang sesuai dengan keinginan.
  2. Olahraga rutin, terutama untuk persalinan normal, seperti yoga atau senam kehamilan.
  3. Persiapkan semua perlengkapan persalinan, mulai dari baju ganti bayi, hingga pembalut sehabis melahirkan.

Jangan lupa untuk memperhatikan bentuk tubuh setelah melahirkan! Bentuk tubuh mommy setelah melahirkan cenderung berubah dibandingkan saat sebelum kehamilan, seperti perut yang membuncit atau tidak rata. Luxe Belly Wrap dari Belly Bandit dapat membuat perut mommy menjadi kencang kembali seperti saat sebelum kehamilan.

Teknologi stayput pada Luxe Belly Wrap menjaga korset tidak merosot dan tidak mudah kusut. Selain itu, korset ini memiliki teknologi Secure Stretch yang efektif untuk mengompres perut dan memperkuat otot inti yang melemah sehingga postur tubuh dapat kembali normal, rasa nyeri berkurang dan memberikan kenyamanan setelah melahirkan.

Share this article
Leave a Reply

Shopping cart

0
image/svg+xml

No products in the cart.

Continue Shopping
Woostify retina logo