Diastasis Recti: Penyebab Perut Tidak Kembali Normal Setelah Melahirkan

Diastasis recti biasa terjadi pada wanita selama dan setelah masa kehamilan, atau biasa disebut masa nifas. Kondisi seperti ini terjadi karena otot six-pack (rektus abdominis) mengalami pemisahan atau peregangan selama kehamilan.

Hal inilah yang menyebabkan perut terlihat membuncit selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun setelah persalinan. Apa gejalanya dan bagaimana cara mengatasinya? Simak uraian di bawah ini!

Apa Itu Diastasis Recti?

Diastasis recti merupakan pemisahan otot bagian kiri-kanan selama dan setelah masa kehamilan. Otot ini terletak secara vertikal di bagian depan perut Anda, tepatnya di bagian kanan dan kiri pusar ke atas.

Untuk lebih mudahnya, Anda biasa menyebut otot ini “six-pack”. Kemudian, garis tebal yang berada di tengah terbuat dari jaringan ikat perut. Jaringan ikat inilah yang menyatukan kedua bagiannya.

Seiring dengan membesarnya perut pada masa kehamilan, jaringan ikat ini juga ikut melebar dan memisahkan kedua sisi otot six-pack. Setelah bayi Anda lahir, jaringan ikat perut dapat kembali menyusut ke ukuran semula selama 4 hingga 12 minggu karena jaringan ini sangat elastis.

Penyebab Diastasis Recti

Walaupun dapat sembuh secara alami, pada beberapa kasus, peregangan ekstra yang terjadi seiring dengan bertumbuhnya bayi dalam kandungan mengakibatkan jaringan ikat pada perut kehilangan elastisitasnya. Hal ini menyebabkan adanya jarak pada jaringan perut yang tidak dapat kembali secara normal (diastasis recti).

Oleh sebab itu, bila Anda mengalami diastasis recti, perut akan terlihat menonjol tepat di atas atau di bawah pusar dan Anda tampak seperti hamil kembali meski sudah melahirkan.

Gejala Diastasis Recti

Diastasis recti tidak menyebabkan rasa sakit sedikitpun. Namun, bila Anda merasakan sakit di bagian tertentu, hal ini merupakan efek sampingnya saja. Misalnya Anda akan merasakan otot perut yang lemah saat melakukan aktivitas yang dulunya mudah Anda lakukan.

Berikut tanda-tanda diastasis recti yang dapat dialami selama masa kehamilan:

  • Terdapat tonjolan pada bagian atas atau bawah pusar
  • Rasa lembut tapi lembek seperti jeli di sekitar pusar
  • Merasa lemah di bagian perut
  • Kesulitan dalam melakukan aktivitas harian
  • Nyeri pada pinggul dan punggung bagian bawah
  • Sakit saat berhubungan suami istri
  • Memburuknya postur tubuh
  • Urin bocor saat bersin atau batuk
  • Sembelit

Bagaimana Pemeriksaan Diastasis Recti Dilakukan?

Anda dapat melakukan pemeriksaan diastasis recti ke penyedia layanan kesehatan atau memeriksanya secara mandiri. Tenaga kesehatan akan menggunakan jarinya secara langsung untuk mengetahui jarak di area perut Anda. Cara yang lain adalah dengan menggunakan alat ultrasound untuk pengukuran yang lebih akurat.

Sebaiknya Anda melakukan pemeriksaan setelah melahirkan dalam keadaan belum pernah olahraga sama sekali. Apabila otot perut kanan dan kiri berjarak lebih dari 2 cm atau setara dengan 2-3 jari, maka Anda masuk dalam kategori diastasis recti. 

Setelah itu, Anda akan diberi rekomendasi untuk mengatasi diastasis recti atau rujukan ke dokter spesialis agar Anda mendapatkan perawatan secara intensif. 

Namun, bagaimana jika Anda ingin memeriksanya sendiri? Pemeriksaan mandiri bisa Anda lakukan dengan tahapan sebagai berikut:

  1. Berbaringlah dengan posisi terlentang menghadap langit-langit
  2. Tekuk lutut dengan telapak kaki rata di atas lantai
  3. Angkat bahu Anda dan topang dengan satu tangan di belakang kepala. Gerakan ini hampir sama seperti sit-up, tetapi dengan satu tangan saja
  4. Gunakan tangan lainnya untuk meraba bagian perut, mulai dari atas pusar hingga di bawah pusar
  5. Rasakan dengan seksama jarak antara otot perut bagian kanan dan kiri Anda dengan menggunakan pengukuran 2 atau 3 jari
  6. Jika Anda merasakan adanya jarak di antara otot perut bagian kanan dan kiri selebar 2 atau 3 jari lebih, maka Anda memiliki diastasis

Jangan lupa untuk tetap melakukan pemeriksaan ke tempat pelayanan kesehatan apabila Anda merasa kesulitan. Konsultasikan pada dokter yang memang secara khusus menangani kasus seperti ini agar Anda mendapat perawatan yang tepat.

Cara Mencegah Diastasis Recti

Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk meminimalisir risiko terkena diastasis recti. 

Pertama, kontrol pertambahan berat badan selama kehamilan. Sebaiknya hindari kenaikan berat badan yang drastis dengan mengontrol nafsu makan serta mengonsumsi makanan dengan gizi yang seimbang. Lakukan juga olahraga khusus ibu hamil yang dapat Anda konsultasikan pada dokter kandungan Anda.

Kedua, jaga postur tubuh Anda tetap tegap dan lakukan latihan pernapasan dalam. Caranya, tarik napas dalam-dalam hingga dada Anda mengembang, bukan hanya pernapasan perut saja.

Ketiga, lakukan olahraga perut ringan. Hindari olahraga yang terlalu berat melibatkan otot perut Anda, misalnya sit-up, push-up, dan crunch, hingga 12 minggu setelah melahirkan. Selain itu, hindari aktivitas fisik yang terlalu berat penyebab otot perut Anda tegang.

Cara Mengatasi Diastasis Recti

Anda dapat melakukan olahraga perut ringan untuk mengatasi diastasis recti. Sebelum memulai berolahraga, sebaiknya Anda melakukan konsultasi pada dokter untuk memperoleh rekomendasi gerakan olahraga yang cocok untuk kondisi Anda.

Anda juga dapat menghadirkan seorang terapis yang memiliki pengalaman dalam menangani kasus diastasis recti. Bantuan seorang terapis berguna untuk membuat daftar olahraga yang bisa Anda lakukan dan daftar makan yang bergizi untuk Anda.

Perhatikan pula cara Anda terbangun dari tempat tidur atau berdiri dari duduk. Untuk menghindari penekanan pada otot perut, sebaiknya Anda berguling ke samping terlebih dahulu, kemudian tangan Anda menopang dan mendorong tubuh untuk bangun. Gunakan tangan Anda juga sebagai pendorong untuk berdiri dari duduk.

Beberapa orang juga menggunakan pembebat perut atau korset untuk mengatasi diastasis recti serta menopang otot perut dan punggung mereka. Korset yang digunakan sebaiknya memiliki kompresi kelas medis, seperti Belly Bandit B.F.F Belly Wrap, sehingga proses pemulihan diastasis recti dapat berjalan dengan efektif.

Dirancang dengan teknologi Power Compress Core, B.F.F Belly Wrap berguna untuk membantu mengembalikan otot perut kembali normal bagi Anda yang menderita diastasis recti. Bebas dari bahan latex dan ramah lingkungan, menjadikan korset ini nyaman saat digunakan, terutama bagi Anda yang melahirkan secara sesar. Tidak hanya melindungi area c-section, B.F.F Belly Wrap juga menghilangkan rasa sakit dan stress pada tubuh setelah melahirkan.

Selain itu, pembebat perut ini memiliki kompresi ganda dan enam panel pendukung yang efektif mendukung otot perut, punggung, dan pinggul. Standar kompresinya juga setara tingkat medis, sehingga terjamin berkualitas dan mampu mengembalikan bentuk tubuh, khususnya perut, ke masa sebelum kehamilan.

Nah, sekarang pastinya Anda sudah tahu tentang penyebab dan cara mengatasi diastasis recti. Anda bisa menerapkan berbagai cara di atas dengan konsisten untuk membuat perut Anda menjadi normal kembali. Anda juga dapat mencegah diastasis recti dengan mengontrol makanan yang Anda konsumsi serta menjaga tubuh tetap bugar dengan berolahraga ringan setelah melahirkan.

Share this article
Leave a Reply

Shopping cart

0
image/svg+xml

No products in the cart.

Continue Shopping
Woostify retina logo