Bersihkan Kuman pada Mainan Anak Agar Bebas dari 6 Penyakit Ini!

Setiap orang tua pasti ingin memiliki buah hati yang cerdas dan pintar. Anda bisa mendukung si Kecil dengan memberikan mainan edukasi untuk mengasah kemampuan kognitifnya. Namun, Anda juga harus rutin untuk membersihkan mainan tersebut, karena kuman pada mainan bisa menyebabkan berbagai penyakit dan mengancam kesehatannya.

Sebagai orang tua, Anda perlu mengetahui jenis penyakit dan bakteri apa saja yang kerap mengancam dan menyerang si Kecil.

Penyakit Akibat Kuman

Berikut berbagai penyakit akibat kuman yang harus diwaspadai agar tidak mengganggu kesehatan anak:

1. Flu

Flu merupakan sakit umum dan hampir dialami oleh semua anak. Namun, jika orang tua tidak tanggap dan cepat dalam mengatasinya, tentu penyakit ini bisa membuat sistem imun si kecil terus menurun. Hal ini akan “mengundang” penyakit lain untuk datang dan menyerang si Kecil. Anak-anak lebih mudah mengalami sakit jika dibandingkan dengan orang dewasa karena mereka belum memiliki sistem imunitas yang sempurna.

Tidak hanya sistem imunitas yang masih lemah, aktivitas bayi saat bermain juga menjadi salah satu penyebab si Kecil mudah terserang penyakit. Bayi biasanya akan memasukkan semua benda yang mereka pegang ke dalam mulutnya. Kebiasaan ini sangat normal karena si Kecil ingin mulai mengeksplorasi indera perasanya. Namun, tindakan tersebut membuat kuman pada benda masuk ke dalam tubuhnya.

Nah, supaya si Kecil tetap aman, nyaman, dan bahagia saat bermain, Anda bisa melindunginya dengan rutin membersihkan mainan-mainan tersebut.

2. Faringitis

Penyakit lain yang dapat mengintai si kecil adalah faringitis atau radang tenggorokan. Bayi yang mengalami faringitis akan menunjukkan gejala seperti rewel, badan demam, batuk, tidak mau menyusu, mual, serta muntah.

Kuman penyebab faringitis dapat masuk ke dalam tubuh karena si Kecil memasukkan mainannya ke mulut, atau saat si kecil memasukkan tangan atau makanan ke dalam mulutnya setelah menyentuh mainan yang terpapar kuman. 

Mengingat si kecil masih belum bisa menjaga kebersihannya sendiri, tentu peran Anda sebagai orang tua sangat penting dalam menjaga kebersihan mainannya. Anda juga harus membersihkannya dengan benar sehingga mainan si Kecil bebas dari kuman.

 3. Impetigo

Impetigo merupakan penyakit kulit menular yang sering terjadi pada bayi atau anak-anak. Penyakit kulit ini disebabkan oleh bakteri Streptococcus pyogenes dan Staphylococcus aureus. 

Si Kecil dapat terserang penyakit ini karena bersentuhan langsung dengan benda yang terpapar dengan bakteri tersebut. Bakteri ini dapat menempel di mainan, botol susu, dan peralatan makan yang hampir digunakan si Kecil setiap hari. Oleh sebab itu, Anda perlu lebih waspada lagi agar si Kecil aman dari gangguan penyakit ini.

4. Meningitis

Meningitis merupakan radang selaput otak dan sumsum tulang belakang. Meningitis disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae, Neisseria meningitidis, dan Staphylococcus aureus. Ketiga bakteri ini berpotensi besar terdapat pada mainan si Kecil. Bayi berusia 0-3 tahun yang terjangkit penyakit ini memiliki risiko cacat dan mengganggu proses tumbuh kembangnya.  Pada kasus yang lebih parah, meningitis bisa menyebabkan kematian.

Beberapa gejala yang sering muncul pada anak yang terkena meningitis yaitu demam, terdapat benjolan pada ubun-ubun, tidak mau minum susu, muntah, dan kejang. Sedangkan pada anak usia 2 tahun ke atas, gejalanya seperti demam, kebingungan, sakit leher dan terasa kaku, lebih sensitif pada sinar cahaya, dan sakit kepala.

Agar Anda tidak cemas saat si Kecil bermain, pastikan membersihkan mainan si Kecil dengan cairan pembersih yang efektif membunuh bakteri.

5. Pneumonia

Streptococcus pneumoniae tidak hanya menyebabkan meningitis, tapi juga pneumonia. Bakteri ini menyerang bagian terpenting dari paru-paru, yaitu alveolus, yang berfungsi sebagai tempat pertukaran oksigen dan karbondioksida. Pada penderita pneumonia, alveolus akan dipenuhi dengan cairan sehingga membuat kesulitan dalam bernafas. 

Pneumonia menjadi salah satu penyakit yang paling mematikan di dunia, sehingga Anda tidak boleh mengganggap remeh penyakit ini.

6. Batuk Rejan

Bakteri penyebab batuk rejan, Bordetella pertussis, banyak menempel pada mainan dan benda sekitar. Batuk ini memiliki ciri yang sangat khas, yaitu terjadi selama tiga bulan dengan kondisi batuk yang tidak kunjung membaik. 

Mulanya penyakit ini menunjukkan gejala ringan seperti bersin, mata berair, dan hidung mengeluarkan air. Pada tahap selanjutnya, gejala juga disertai dengan demam, batuk-batuk, dan radang tenggorokan. Meskipun tidak membahayakan seperti meningitis dan pneumonia, penanganan penyakit ini juga memerlukan perawatan yang cukup intensif.

Tips Membersihkan Mainan dari Kuman

Agar si kecil tetap bisa mengembangkan fungsi kognitif mereka dengan mainan edukatif tanpa khawatir dengan kuman yang ada, berikut berbagai tips membersihkan mainan dengan benar sesuai dengan material mainan si Kecil:

1. Mainan Plastik

Cara membersihkan kuman pada mainan anak yang berbahan plastik sangat mudah dan sederhana. Anda bisa mencucinya menggunakan sabun yang mengandung antiseptik atau lap dengan tisu basah. Agar bisa menjangkau sudut atau sela-sela mainan, Anda bisa menggunakan sikat kecil atau cotton bud.

Keringkan mainan menggunakan handuk atau lap bersih lainnya, lalu jemur mainan di bawah sinar matahari.

2. Material Kayu

Mainan kayu yang sudah lama dan sering digunakan biasanya terlihat lebih kecokelatan dan memiliki kuman yang sangat banyak. Anda bisa menggunakan sabun dan cuka untuk membersihkannya. Selain bisa membunuh kuman, kedua larutan tersebut bisa menghilangkan kotoran sehingga mainan si Kecil terlihat lebih cerah.

Mengingat mainan kayu memiliki pori-pori yang bersifat menyerap air, pastikan Anda menjemurnya hingga kering. Jika kayu masih dalam kondisi lembab, maka akan mudah tumbuh jamur dan menjadi sarang bakteri. Setelah kering, Anda juga bisa mengelapnya dengan alkohol untuk memberikan perlindungan ganda.

3. Mainan Kain dan Boneka

Anak-anak biasanya memiliki banyak koleksi mainan yang menggunakan bahan kain seperti boneka, tas kain, dan lain sebagainya. Material ini mudah kotor dan menyerap debu sehingga sangat mudah untuk menjadi sarang bakteri dan virus. Agar kuman tidak berkembang, sebaiknya Anda mencucinya 2 atau 3 minggu sekali.

Saat mencuci boneka, Anda bisa memasukkannya kedalam sarung bantal agar boneka tidak rusak. Selanjutnya, jemur hingga benar-benar kering.

Gunakan Pembersih Ekstra

Membersihkan mainan anak dengan menggunakan sabun saja belum tentu cukup untuk membasmi kuman. Jadi, Anda bisa memberikan perlindungan ganda untuk si Kecil dengan pembersih khusus yang memiliki kandungan antibakterial.

Pada umumnya, antibakterial seperti alkohol banyak digunakan untuk membersihkan mainan dan permukaan. Namun kandungan alkohol sendiri cukup berbahaya jika bersentuhan dengan kulit bayi yang masih tipis dan sensitif sehingga dapat menimbulkan reaksi ruam atau iritasi.

Jika si Kecil memiliki kecenderungan kulit yang sensitive, Anda bisa memilih pembersih dengan antibakterial yang aman seperti Baby Safe Anti-Bac Toy & Surface Cleaner. Pembersih khusus dari Buds Organics ini mengandung antibakterial alami yang ampuh membunuh bakteri dan virus pada mainan dan permukaan main anak, tapi tetap lembut untuk kulitnya.

Berbeda dengan pembersih lainnya, Baby Safe Anti-Bac Toy & Surface Cleaner tidak mengandung pewangi buatan serta tidak meninggalkan residu berbahaya, sehingga aman untuk bayi. Design dengan bentuk spray juga memudahkan Anda untuk membersihkan mainan secara menyeluruh karena dapat menjangkau sela-sela mainan.

Sekarang Anda tentunya sudah mengetahui berbagai kuman penyebab penyakit, sekaligus cara mencegah agar kuman tidak “menyerang” si Kecil. Bersihkan mainan sesuai dengan bahan mainan secara rutin dan jangan lupa berikan perlindungan ekstra untuk menjaga tumbuh kembang si Kecil.

Share this article
Leave a Reply

Shopping cart

0
image/svg+xml

No products in the cart.

Continue Shopping
Woostify retina logo