ASI Rembes? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

ASI terbilang sebagai langkah pertama untuk memberi nutrisi terbaik untuk si Kecil, terutama bagi ibu baru. Namun, menyusui dan memproduksi ASI bukanlah hal yang mudah. 

Sementara beberapa wanita mengalami kesulitan dalam memproduksi ASI, ada juga ibu yang mungkin memproduksi ASI secara berlebihan. Kondisi ini disebut sebagai hiperlaktasi. 

Ketahui informasi selengkapnya mengenai penyebab dan cara mengatasi ASI rembes atau hiperlaktasi di bawah ini.

Penyebab ASI Rembes

Hiperlaktasi merupakan kondisi yang membuat tubuh Mommy memproduksi ASI secara berlebihan. Selain memproduksi ASI dengan jumlah yang berlebihan, hal ini juga membuat ASI keluar dengan tekanan atau kekuatan yang besar, sehingga menyebabkan ASI rembes. 

Tidak hanya untuk Mommy, kondisi ini juga menyulitkan si Kecil. Terdapat beberapa faktor di balik mengapa ASI rembes, di antaranya adalah:

1. Hormon yang Tidak Seimbang

ASI keluar dari tubuh karena adanya hormon-hormon yang merangsang berbagai kelenjar di payudara. Ketika level hormon ini berubah, produksi ASI pun bisa berlebih. Selain aktivitas dan level hormon, konsumsi obat-obatan tertentu juga memicu hiperlaktasi.

2. Permintaan ASI yang Besar

Ketika bayi sering dan kuat menghisap ASI dari payudara ibu, tubuh pun akan merespons dengan meningkatkan produksi ASI. 

Namun, jika permintaan ASI berlangsung terus-menerus dan dalam jumlah besar, maka tubuh ibu pun bisa keliru mempersepsikan feedback tersebut. Akibatnya, tubuh ibu akan memproduksi lebih banyak ASI dari yang dibutuhkan oleh bayi.

3. Aktivitas Kelenjar Alveoli

Alveoli merupakan kelenjar yang bertugas menghasilkan ASI. Setelah ASI berhasil diproduksi, alveoli akan menyimpannya di payudara sebelum mengalirkannya ke puting susu. 

Ibu yang mengalami ASI rembes biasanya memiliki jumlah kelenjar alveoli yang lebih banyak. Kelenjar alveoli dapat meningkat hingga 3 kali lipat dari ibu menyusui pada umumnya.

4. Konsumsi Galaktagog Berlebih

Galaktagog adalah senyawa yang terdapat pada tanaman yang bisa meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui. Namun jika stimulan ini dikonsumsi oleh mereka yang memiliki gejala hiperlaktasi, maka ASI rembes atau bocor pun tidak dapat dihindarkan. 

Bahkan meskipun Mommy memiliki kesulitan memproduksi ASI sebaiknya mengkonsumsi galaktagog ini secukupnya saja.

Kenali Gejala Hiperlaktasi

Hiperlaktasi atau ASI rembes sebenarnya bisa dilihat dari beberapa gejala. Gejala ini bisa terlihat baik dari sisi ibu maupun sisi bayi. Berikut ini adalah gejala yang muncul pada ibu menyusui yang mengalami hiperlaktasi.

  • Payudara terasa penuh dan tidak nyaman bahkan setelah menyusui.
  • ASI rembes banyak di antara sesi menyusui.
  • Puting susu terasa sakit. Mungkin sulit bagi bayi untuk mengambil atau mempertahankan gigitan yang dalam.
  • Aliran ASI yang kuat, yang mungkin menyebabkan rasa sakit.
  • ASI menyemprot saat bayi melepaskan puting susu.
  • Sering mengalami sumbatan saluran ASI atau mastitis.

Selain itu, si Kecil pun mengalami hal berikut ketika Mommy mengalami hiperlaktasi.

  • Sering tersedak, batuk, atau mengeluarkan air liur saat menyusui.
  • Menggigit puting susu untuk melambatkan aliran ASI.
  • Sesi menyusui pendek dan si Kecil terlihat gelisah. Biasanya berakhir selama lima hingga 10 menit. Selain itu, si Kecil akan melengkungkan punggung, sering melepaskan putting.
  • Sering bersendawa dan kembung antara sesi menyusui.
  • BAB hijau besar dan berbusa.
  • Sering muntah antara sesi menyusui.
  • Peningkatan berat badan yang cepat - lebih dari satu ons dalam sehari selama beberapa hari.

Cara Mengatasi ASI Rembes

Sebagian besar ibu menyusui tidak merasa terganggu dengan kebocoran ASI. Namun, jika Mommy merasakan ketidaknyamanan ada beberapa tips mengatasi ASI rembes yang bisa Mommy coba.

  • Gunakan wadah penampung ASI (breast shells), sehingga ASI yang merembes tidak terbuang begitu saja.
  • Apabila terjadi kontraksi pada payudara atau ASI bocor, berikan sedikit tekanan pada putting untuk menghentikan aliran ASI yang rembes.
  • Pompa ASI tiap 3-4 jam sekali agar tidak terjadi penumpukan ASI di payudara.
  • Kenakan pakaian yang dapat menyamarkan kebocoran ASI.

Selain cara-cara diatas, Mommy juga bisa mengatasi ASI rembes dengan menggunakan bantalan payudara berkualitas yang mudah menyerap, seperti produk dari Mother-K & K-Mom Premium 1 mm Thin Breastpads.

Mother-K & K-Mom Premium 1 mm Thin Breastpads merupakan solusi ASI rembes yang tepat. Dengan bahan yang ekstra tipis dan ringan, bantalan ini memberikan kenyamanan saat digunakan. 

Daya serapnya yang tinggi bisa menyerap ASI yang rembes dengan efektif tanpa menyebabkan iritasi pada kulit sensitif.

Jangan biarkan ASI rembes mengganggu penampilan dan momen spesial Mommy dengan si Kecil. Terapkan cara mengatasi ASI rembes diatas dan nikmati pengalaman menyenangkan sebagai seorang ibu dengan Mother-K & K-Mom Premium 1 mm Thin Breastpads.

Share this article
Leave a Reply

Premium Products for Baby & Maternity in Indonesia

Layanan Pengaduan Konsumen
Direktorat Jendral Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementrian Perdagangan RI
Nomor Whatsapp Ditjen PKTNĀ 0853-1111-1010

Copyright ©2023 | Baby Empire

Shopping cart

0
image/svg+xml

No products in the cart.

Continue Shopping
Woostify retina logo