Anak Ruam Tanpa Sebab, Perhatikan Pembersih Lantai Mommy

Mommy mempunyai anak dengan kulit yang sensitif? Bisa jadi karena produk cairan pembersih lantai yang Mommy gunakan kurang tepat!

Anak-anak dan bayi mempunyai kulit yang sangat sensitif pada beberapa bahan kimia yang ada di rumah. Oleh sebab itu, penting untuk Mommy memilih cairan pembersih lantai yang tidak mengganggu tumbuh kembang dan kesehatan kulit anak-anak Mommy serta anggota keluarga yang lainnya.

Alasan Pentingnya Menggunakan Cairan Pembersih Lantai yang Ramah Bagi Bayi

Ada beberapa alasan penting bagi Mommy untuk menggunakan cairan pembersih dengan bahan yang ramah terhadap kulit bayi. Pertama, mampu menghilangkan noda atau kotoran cairan berbasis minyak dan tumpahan minuman. Agar anak Mommy tidak mudah terpeleset.

Kedua, tampilan lantai di rumah lebih bersih dan terhindar dari bakteri atau kuman berbahaya. Sehingga, lantai menjadi tempat yang aman untuk area bermain bayi atau anak-anak.

Ketiga, cairan pembersih yang ramah pada kulit bayi tidak akan memicu gejala-gejala kulit sensitif untuk muncul. Anak Mommy pun akan memiliki kulit yang sehat dan terhindar dari berbagai penyakit kulit berbahaya.

Bahan-bahan Berbahaya pada Produk Pembersih Lantai

Sebagian produk pembersih mengandung bahan-bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan. Simak 4 jenis bahan bahaya tersebut di bawah ini:

  • Phthalates: Bahan ini biasanya disamarkan menjadi nama parfum atau fragrance pada komposisi produk cairan pembersih. Efek buruk bahan ini adalah bisa mengganggu hormon dan meningkatkan resiko kanker.
  • Triclosan: Ini adalah bahan yang bersifat anti bakteri yang umum ada pada cairan pembersih. Bahan kimia ini bisa meningkatkan gangguan endokrin, resiko alergi pada anak, dan menjadi penyebab kanker.
  • SLS: Sodium Lauryl Sulfate merupakan bahan kimia berupa surfaktan dan deterjen yang mampu menghasilkan busa. Bahan yang satu ini bisa membuat iritasi pada kulit, mata, hingga paru-paru pada anak.
  • Alkohol: Fungsi utamanya adalah untuk membunuh kuman di lantai atau area lain di rumah. Namun, bila terserap pada kulit bisa mengakibatkan kerusakan permanen pada jaringan kulit Mommy atau anggota keluarga lainnya. Jika tanpa sengaja tertelan oleh anak bisa membuatnya muntah, sulit bernafas, kejang, dan mengganggu sistem saraf pusat anak.
  • Klorin: Bahan ini berguna untuk membasmi kuman dan bakteri di kolam renang, cairan pembersih, dan disinfektan. Dampak buruk dari bahan kimia ini adalah bisa mengakibatkan gangguan pernafasan, meningkatkan resiko asma, iritasi kulit, dan gangguan jantung pada bayi.

Tanda-tanda Kulit Bayi Sensitif Akibat Pembersih Lantai

Mommy menemukan ruam pada kulit anak Mommy secara tiba-tiba tanpa sebab. Tidak ada masalah dengan makanan maupun pakaiannya. Bisa jadi penyebabnya adalah produk pembersih lantai yang tidak tepat sehingga menimbulkan tanda-tanda kulit bayi sensitif seperti berikut ini:

1. Kulit Kering

Anak Mommy mengalami kulit bersisik, kering, pecah-pecah, dan terdapat bercak bertekstur kasar pada kulit bayi. Ini adalah tanda-tanda kulit kering dimana kulit bayi berkurang tingkat kelembapannya. Biasanya kulit kering terjadi pada area wajah, lutut, serta siku bayi.

2. Kulit Mudah Bereaksi

Sebagian bayi dengan kulit sensitif akan mudah memerah akibat iritasi saat terkena produk tertentu karena produk tersebut mengandung alkohol, pewarna, atau deterjen berbahaya. Selain memerah, akan muncul berbagai penyakit kulit lainnya yang mengganggu penampilan dan aktifitas bayi Mommy.

3. Kulit Kemerahan

Tanda kulit bayi sensitif akibat penggunaan produk pembersih lantai yang tidak tepat berikutnya adalah kulit menjadi kemerahan. Kulit bayi yang sensitif lebih mudah menjadi kemerahan dengan bercak-bercak kering. Namun, kulit kemerahan juga bisa menandakan terjadinya ruam pada kulit bayi Mommy akibat suhu, gesekan kulit terhadap pakaian, atau cuaca.

4. Eksim Atopik

Eksim atopik adalah penyakit kulit yang muncul karena bayi memiliki kulit yang sensitif. Ciri-cirinya kulit akan menjadi kering, kemerahan, gatal, bernanah, atau bengkak yang muncul pada pipi, kulit kepala, pergelangan kaki dan tangan, dahi, serta lipatan siku.

5. Cradle Cap

Cradle cap atau dermatitis seboroik merupakan salah satu jenis peradangan pada kulit bayi yang biasanya terjadi di lipatan kulit dan kulit kepala. Ciri dari cradle cap adalah munculnya kerak dengan warna kecoklatan atau kekuningan seperti ketombe.

Kerak ini juga dapat menyebar ke area kulit bayi Mommy yang tertutup popok serta area wajah bayi yang dapat disertai kemerahan. Namun, kondisi kulit dengan cradle cap tidak menimbulkan rasa sakit atau gatal hanya penampilan bayi Mommy tampak kurang menarik saja dengan adanya kerak tersebut.

6. Jerawat Bayi

Tidak hanya Mommy yang bisa mengalami kulit berjerawat, bayi Mommy juga dapat mengalaminya pada area wajah, dada, leher, atau punggung. Salah satu penyebab terjadinya jerawat pada bayi Mommy adalah kulit bayi terkena zat pembersih lantai yang berbahaya. Sehingga, menimbulkan jerawat dan peradangan pada kulit bayi tanpa rasa gatal.

7. Impetigo

Impetigo merupakan infeksi kulit menular yang umumnya terjadi pada anak-anak dan bayi akibat eksim atopik. Kulit anak Mommy yang terkena impetigo akan muncul lepuhan dan bercak merah pada bagian tangan, wajah, serta kaki.

Bercak kemerahan tersebut akan menimbulkan rasa gatal, namun tidak nyeri yang akan luka bila digaruk dan menjadi koreng berwarna kuning kecoklatan. Tetapi akan hilang dengan sendirinya tanpa meninggalkan bekas seiring berjalannya waktu.

8. Dermatitis Kontak

Dermatitis kontak merupakan jenis eksim yang bisa menimbulkan kemerahan dan ruam gatal pada kulit bayi Mommy akibat terkena zat tertentu. Ciri kulit bayi yang mengalami dematitis kontak, yaitu munculnya lepuhan, kulit pecah-pecah, sensasi terbakar, kulit terasa kaku, gatal, pembengkakan, terdapat cekungan, dan luka terbuka pada kulit.

Tips Membersihkan Lantai yang Aman untuk Bayi

Mau tahu cara yang aman untuk membersihkan lantai? Simak tips-tipsnya berikut ini:

  • Gunakan produk pembersih lantai terbaik yang memiliki kandungan yang aman untuk kesehatan bayi. Produk yang aman dan natural serta terbebas dari toksin.
  • Jangan mencampur cairan pel lantai dengan cairan pemutih, karena dapat memicu gas yang mematikan.
  • Membuat cairan pembersih sendiri dengan memadukan bahan-bahan alami, seperti lemon atau serai.
  • Pada saat membersihkan lantai, ajak anak Mommy ke ruangan lain. Tunggu beberapa saat hingga lantai kering sempurna. Meminimalisir resiko anak Mommy menghirup pembersih lantai, tergelincir, atau terpapar air bekas Mommy mengepel lantai.

Rekomendasi Produk Pembersih Lantai yang Aman

Bagi Mommy yang masih bingung dalam memilih produk pembersih yang aman untuk bayi dan seluruh anggota keluarga di rumah. Kami mau merekomendasikan produk bernama Baby Safe Anti Bac Floor Cleaner.

Produk yang satu ini terbukti mampu membunuh kuman di lantai rumah Mommy dan menjadi solusi perawatan organik untuk eksim. Mampu membuat lantai menjadi bersih secara menyeluruh dan memberikan aroma wangi yang segar dalam waktu lama. Sudah teruji klinis dan mempunyai sertifikasi organik Ecocert. Cairan bekas pel juga sangat mudah terurai oleh lingkungan.

Yuk, Beralih ke Produk Pembersih Lantai yang Aman Bagi Bayi

Membersihkan lantai di rumah dengan produk pembersih anti bakteri yang aman untuk bayi dan seluruh anggota keluarga sangatlah penting. Agar bayi Mommy tidak mengalami gejala kulit sensitif yang bisa memicu kemunculan penyakit kulit lainnya.

Sumber :

https://www.orami.co.id/magazine/eksim-pada-bayi/

https://www.kompas.com/homey/read/2021/09/19/162000676/perlukah-mengepel-lantai-rumah-menggunakan-cairan-pembersih-

https://www.republika.co.id/berita/nbj6jw/hatihati-cairan-pembersih-lantai-ternyata-membahayakan-kesehatan

https://m.liputan6.com/hot/read/4007220/berbahaya-ini-akibatnya-jika-mencampur-cairan-pembersih-lantai-sembarangan

www.orami.co.id/magazine/amp/pembersih-lantai-kamar-mandi/

id.theasianparent.com/pembersih-lantai-aman-untuk-bayi/amp

https://www.sehatq.com/artikel/kulit-bayi-sensitif

https://www.sehatq.com/penyakit/dermatitis-kontak

https://www.sehatq.com/artikel/apakah-jerawat-pada-bayi-berbahaya#penyebab-jerawat-pada-bayi

https://www.sehatq.com/artikel/hindari-komplikasi-begini-cara-menangani-dermatitis-seboroik-pada-bayi

https://www.alodokter.com/impetigo

Share this article
Leave a Reply

Shopping cart

0
image/svg+xml

No products in the cart.

Continue Shopping
Woostify retina logo