Alergi Gigitan Nyamuk: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Alergi gigitan nyamuk atau sindrom skeeter bisa menyebabkan ruam dan benjolan yang sangat gatal dan nyeri. Jika si Kecil mengalaminya segera atasi dan cegah agar alergi tidak terjadi.

Bentol karena digigit nyamuk merupakan hal yang wajar. Namun tahukah Mommy gigitan nyamuk juga bisa menimbulkan alergi, lho. Alergi gigitan nyamuk ini disebut dengan sindrom skeeter.

Sindrom ini bisa menyerang siapa saja, termasuk anak-anak. Untuk mencegah dan mengatasinya Mommy harus tahu penyebab dan gejalanya. Yuk, cari tahu disini ya.

Gejala Alergi Gigitan Nyamuk

Ketika digigit nyamuk, reaksi yang umum adalah mengalami gatal sampai bentol. Bentol dan gatal ini hanya muncul beberapa saat dan akan hilang dengan sendirinya. 

Orang yang mengalami alergi terhadap gigitan nyamuk, bekas gigitannya dapat menyebabkan ruam kulit dan sangat gatal. Bahkan parahnya, orang yang mengalami sindrom ini bisa sampai demam, mual dan muntah, serta reaksi ketika mengalami alergi pada umumnya.

Semua orang berisiko mengalami alergi gigitan nyamuk, namun yang lebih beresiko adalah anak-anak, lansia, dan orang dengan imun rendah.

Berdasarkan penelitian AAAAI atau American Academy of Allergy Asthma & Immunology, nyamuk membutuhkan waktu sekitar 6 detik sebelum menggigit. Dalam kurun waktu inilah nyamuk akan mengeluarkan proteinnya. Jika si Kecil mengalami alergi, maka setelah 6 detik reaksi alergi akan muncul.

Adapun gejala alergi terhadap gigitan nyamuk yang akan muncul di antaranya yaitu: 

  1. Muncul memar di dekat gigitan nyamuk.
  2. Gatal yang meluas
  3. Munculnya lesi atau benjolan putih
  4. Nyeri pada area gigitan
  5. Kulit yang melepuh

Jika alergi semakin parah, bisa jadi akan menimbulkan gejala lanjutan seperti: 

  1. Demam
  2. Sakit kepala
  3. Sesak napas
  4. Pembengkakan kelenjar getah bening
  5. Sensitif terhadap cahaya
  6. Kebingungan

Jika gejalanya semakin serius segeralah untuk membawa ke klinik atau memanggil petugas medis.

Penyebab Alergi Gigitan Nyamuk

Apa yang bisa menyebabkan seseorang mengalami Sindrom Skeeter ini? Penyebab alergi gigitan nyamuk adalah adanya reaksi ketidakcocokan antara darah dengan protein yang dikeluarkan nyamuk pada saat akan menghisap darah.

Ketika akan menggigit, nyamuk akan mengeluarkan protein khusus agar darah mengalir lancar tanpa adanya gumpalan. Protein inilah yang memicu timbulnya alergi.

Seseorang dengan sindrom skeeter akan langsung mengidentifikasi protein ini sebagai alergen. Akibatnya, kulit bisa langsung memerah dan menimbulkan gatal yang tak tertahankan. Benjolan juga bisa muncul karena reaksi alergi ini.

Cara Mengatasi Alergi Gigitan Nyamuk

Jika gejala Sindrom Skeeter ini masih tidak terlalu berat, Mommy masih bisa mengatasinya sendiri di rumah. Adapun cara mengatasi kondisi ini adalah:

  1. Cucilah bekas gigitan nyamuk dengan air dingin. Jika sudah terjadi bengkak dan memerah segera kompres dengan menggunakan es atau air dingin.
  2. Jangan garuk area yang terkena gigitan karena hanya akan memperparah keadaan.
  3. Olesi dengan salep pereda nyeri.
  4. Jika nyeri tidak kunjung hilang, minumlah obat pereda nyeri.

Cara Mencegah Alergi Gigitan Nyamuk

Cara mencegah alergi gigitan nyamuk adalah dengan melindungi diri agar tidak digigit oleh nyamuk. Mommy bisa melakukan beberapa tindakan berikut ini agar tidak digigit nyamuk.

1. Gunakan Pakaian yang Tertutup dan Hindari Warna Gelap

Cara termudah untuk menghindari gigitan nyamuk adalah dengan menggunakan pakaian tertutup atau lengan panjang. Selain itu, hindari menggunakan pakaian yang gelap seperti warna hitam. Pasalnya, nyamuk lebih tertarik dengan warna gelap.

2. Bersihkan Sarang Nyamuk di Rumah secara Rutin

Jangan lupa untuk memberantas sarang nyamuk yang ada di rumah ya Moms. Cara memberantasnya adalah dengan cara 3M, yaitu menguras, menutup, dan mengubur.

Mommy harus rajin menguras bak mandi agar tidak ada jentik nyamuk dan membuang air yang menggenang dalam wadah tak terpakai. Jangan lupa menutup bak mandi dan mengubur barang bekas agar tidak menjadi sarang nyamuk.

Hindari juga menggantung banyak pakaian di kamar. Sebab, baju kotor dan bau bisa membuat nyamuk tertarik dan menjadikannya sebagai sarang.

3. Gunakan Lotion atau Spray Anti Nyamuk

Cara terakhir untuk mencegah gigitan nyamuk adalah dengan menggunakan lotion atau spray anti nyamuk untuk si Kecil. Mommy bisa memilih lotion yang berasal dari bahan organik yang bebas bahan kimia berbahaya untuk mencegah timbulnya reaksi alergi. Mommy bisa mencoba menggunakan Buds Organics Mozzie Clear Spray atau Lotion.

Spray dan lotion anti nyamuk ini terbuat dari bahan organik yang cocok untuk semua jenis kulit termasuk kulit bayi yang sensitif. Produk ini juga tidak mengandung bahan kimia dan pewangi sintetis sehingga aman untuk digunakan. Lotion ini tidak hanya melindungi dari gigitan nyamuk dan serangga lain, namun juga membantu menutrisi dan melembapkan kulit si Kecil.

Nah, pahami bahwa alergi gigitan nyamuk bisa menyerang siapa saja, termasuk si Kecil. Lindungi diri dan keluarga dari gigitan nyamuk dengan menggunakan produk yang tepat dan aman, agar terbebas dari reaksi alergi.

Share this article
Leave a Reply

Premium Products for Baby & Maternity in Indonesia

Layanan Pengaduan Konsumen
Direktorat Jendral Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementrian Perdagangan RI
Nomor Whatsapp Ditjen PKTNĀ 0853-1111-1010

Copyright ©2024 | Baby Empire

Shopping cart

0
image/svg+xml

No products in the cart.

Continue Shopping
Woostify retina logo